Recent Post

Pemerintah Kota dan Rombongan Sholat Tarawih di Masjid Al-Kautsar


DPD LDII BONTANG - Memasuki bulan ramadhan kegiatan safari menjadi suatu yang tradisi diselenggarakan oleh pemerintah kota, tak terkecuali pemerintah kota Bontang yang pada tahun ini juga menggelar hal yang sama. Safari Ramadhan merupakan ajang silaturrahmi dan saling kenal mengenal lebih jauh, dalam hal ini antara pemerintah kota dengan masyarakatnya.
Safari Ramadan Pemerintah Kota Bontang Kamis (18/7) malam lalu yang dipimpin Wali Kota Bontang H Adi Darma berlangsung di Masjid Al-Kautsar Kelurahan Loktuan Kecamatan Bontang Utara.
Selain wali kota, pelakanaan safari Ramadan kali ini dihadiri Wawali H Isro Umarghani, Kapolres Bontang, asisten dan beberapa kepala SKPD serta jajaran pengurus DPD KNPI Kota Bontang serta penceramah Prof Dr Nur Bahri dari Makassar.

Sebelum memasuki ibadah Shalat Tarawih, wali kota dalam sambutannya kembali menjelaskan tujuan dari pelaksanaan safari Ramadan selain bertujuan ibadah juga sebagai ajang silaturrahmi pejabat Pemkot Bontang bersama warga utamanya jamaah masjid Al-Kautsar.

 “Kegiatan safari Ramadan ini sudah menjadi agenda rutin pejabat Pemkot Bontang setiap tahun di bulan Ramadhan. Hal ini diharapkan bahwa selain terus meningkatkan ibadah, pejabat Pemkot Bontang juga akan menjalin tali silaturrahmi dan menyampaikan progres pembangunan yang sudah dijalankan pemerintah maupun berbagai program yang akan dilaksanakan,” kata Wali kota Bontang H. Adi Darma.
Dalam sambutannya wali kota menyinggung tentang ketersediaan air bersih, beliau mengatakan telah menjadi konsennya sejak pertama menjabat sebagai wali kota Bontang, Berikutnya, terkait dengan permintaan pembukaan dan peningkatan jalan, pemerintah akan berencana membangun jalan lingkar dari Tanjung Limau menuju Lok tuan.
Kegiatan Safari Ramadhan berlangsung penuh kekeluargaan dan memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat setempat.  "Kami sangat bahagia, hari ini kami dikunjungi langsung oleh Wali kota Bontang dan rombongan," demikan ujar Ketua Takmir H. Umar Tanata (Humas)

Safari Ramadhan Pemkot Bontang di Masjid Baitul Musthofa


DPD LDII BONTANG- Seperti tahun sebelumnya Pemerintah Kota Bontang mengadakan Safari Ramadhan. Di hari yang kedelapan berlangsung di Masjid Baitul Musthofa Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Gunung Telihan Kecamatan Bontang Barat Selasa (16/7) salah satu masjid binaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Selain dihadiri wali kota, safari Ramadan yang juga bertujuan sebagai ajang silaturrahmi antara pejabat Pemkot Bontang bersama warga utamanya jamaah masjid,juga dihadiri Wawali H Isro Umarghani, asisten dan kepala SKPD serta jajaran pengurus DPD KNPI Kota Bontang.

Sebelum memasuki ibadah Shalat Tarawih, diawali dengan sambutan ketua takmir Masjid Baitul Musthofa bapak Mahmud dan dilanjutkan sambutan  wali kota Bontang H. Adi Darma.  Dalam sambutannya wali kota mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kota Bontang termasuk jamaah Masjid Baitul Musthofa yang selama ini turut membantu dan mendukung seluruh program pembangunan Kota Bontang.
“Saya selalu katakan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Bontang tidak akan berjalan maksimal jika tidak mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk seluruh stakeholder yang ada di kota ini,” kata wali kota.

Pada kesempatan tersebut, wali kota juga menjelaskan tentang komitmen pemerintah tentang penanganan masalah air dan listrik. Jumlah penduduk Bontang sekarang ini sudah mencapai 193 ribu jiwa. Dua tahun sebelumnya masih sekitar 160 ribu jiwa. Selama 2 tahun terakhir ini terjadi peningkatan penduduk yang cukup besar yang mencapai sekitar 23 ribu jiwa.
“Penambahan jumlah penduduk yang cukup signifikan ini sangat mempengaruhi kebutuhan air bersih dan listrik, tentu kebutuhan semua penduduk ini sama, salah satunya adalah ketersediaan air dan listrik. Hal inilah yang akan diupayakan pemerintah dalam waktu dekat supaya infrastruktur yang ada bisa seimbang dengan jumlah penduduk,” kata wali kota.

Usai sambutan, Walikota Bontang menyerahkan sumbangan dari pemerintah kota kepada Masjid Baitul Musthofa sebesar Rp 200 juta.  Safari Ramadhan kali ini ditutup dengan sholat Tarawih berjama’ah yang dipimpin Ustad Drs. Zainudin ms.i dan  selanjutnya walikota H. Adi Darma didampingi seluruh rombongan meninjau lokasi sekitar masjid yang bangunannya masih belum rampung

LDII Diperintahkan Kemenag Amati Hilal

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat pada hari Senin (8/7). Sidang ini untuk menentukan awal Ramadhan 1434 Hijriah.
Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pesan singkatnya, Minggu sore, mengatakan sidang ini untuk menentukan awal Ramadhan tahun ini.

Ia mengatakan seperti tahun lalu, sidang kali ini juga akan dihadiri organisasi kemasyarakatan (Ormas)Islam di antaranya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama dan lainnya, termasuk Muhammadiyah yang sudah menentukan awal Ramadhan juga diundang untuk hadir.

“Kewajiban kami mengundang Ormas-Ormas Islam. Soal datang atau tdk itu urusan lain,” kata Nasaruddin menanggapi sikap Muhammadiyah yang tidak akan mengirim utusannya di Sidang Isbat.

Selain itu, lanjut Nasaruddin, Sidang Isbat ini akan mengundang perwakilan negara-negara sahabat.

Ia memperkirakan awal puasa tahun ini jatuh pada hari Rabu, tanggal 10 Juli 2013. Namun demikian, pemerintah tetap akan menggelar Sidang Isbat untuk memastikan posisi hilal (bulan) pada hari Senin.

Sebab itu, lanjut mantan dirjen bimbingan masyarakat Islam ini, dalam Sidang Isbat akan menghadirkan para ahli astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang akan mempresentasikan posisi bulan dari seluruh Indonesia.

ORMAS ISLAM

Sejumlah Ormas Islam yang sudah menetapkan awal Ramadhan yakni, Aljam`iyatul Washliyah  (Al Washliyah), telah menetapkan  awal puasa Ramadhan 1434 H  jatuh pada Rabu 10 Juli 2013. Pengurus Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) juga telah menetapkan awal Ramadhan, hari Rabu, 10 Juli  2013.

Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Sam mengatakan pihaknya belum menetapkan awal Ramadhan karena masih menunggu Sidang Isbat.

“Dalam sidang ini Kemenag telah memerintahkan LDII untuk mengamati posisi hilal di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, dan LDII memiliki teropong untuk mengamati hilal di sana, hasil pengamatan akan dilaporkan ke Sidang Isbat melalui telepon,” kata Abdullah Syam.

PBNU belum menentukan awal Ramadhan, dan tetap akan mempertahankan metode rukyat atau melihat hilal sebagai penanda awal bulan.   MUI  juga menunggu keputusan pemerintah. Menurut Ketua MUI Pusat Prof. Dr. H. Umar Shihab, MUI masih menunggu penetapan dari pemerintah tentang awal Ramadhan tahun 2013. “Pemerintah merupakan Ulil Amri yang harus kita taati sebagaimana dalam Al-Qur’anul Karim,” katanya.

MUI, kata Umar, berharap apabila terjadi perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan agar tidak dibesar-besarkan, karena umat Islam Indonesia sudah terbiasa mengalami pelaksanaan awal Ramadhan tidak bersama-sama.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada hari Selasa, tanggal 9 Juli 2013. Muhammadiyah juga memastikan tidak akan hadir dalam Sidang Isbat karena telah menetapkan awal Ramadhan dengan metode hisab. (Johara/d)
sumber: http://www.poskotanews.com/2013/07/07/senin-pemerintah-gelar-sidang-isbat-tentukan-awal-puasa/

"Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1434 H"

Segenap Ulama,Pengurus dan Keluarga Besar
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
(LDII)

Mengucapkan

"SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1434 H"

Mari kita raih
5 sukses di bulan Ramadhan :
1. Sukses Puasa
2. Sukses Sholat tarawih
3. Sukses membaca Al qur'an
4. Sukses lailatul qodar
5. Sukses Zakat Fitrah

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More